I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan kegiatan yang penting dalam kemajuan manusia. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu gigih dalam menuntut ilmu seperti yang diperintahkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an dan hadist. Kegiatan pendidikan pada dasarnya selalu terkait dua belah pihak, yaitu: pendidik dan peserta didik.
CHOENWOEKO VGOHHNKO VGRZVGNPHA MKHPZ DKPK NWCHKM< MKHPZ PKRBKUHIZGO VGOEKDVW< RKMDKP ZMIH[HO, 8MKOKO;=6;6;606678AGCHK KZPWPH;=6;6;606656 NGDGOPGRHKO KEKDK RGVWBCHN HOIOGZHKWOHQGRZHPKZ HZCKD OGEGRH KOPKZKRH BKOLKRDKZHOAKNWCPKZ PKRBHXKM KO NGEWRWKOVGOHHNKO DKPGDKPHNKBKOLKRDKZHO262; NKPK VGOEKOPKR Zgekck pulh syunur nkdh pkolktnko ngpk`k Pumko Xkoe Dkmk Gsk ykoetgckm dgdbgrh rkmdkt sgrtk mh`kykm `ko bhdbhoeko-Oyk, sgmhoeek nkdh `kpktdgoygcgskhnko dknkckm hoh `goeko bkhn `ko tgpkt wkntu. Dknkckm hoh nkdh susuo`kckd rkoenk dgoygcgskhnko tueks dktk nuchkm Mk`hts Pkrbkwh ykoe dgdbkmkstgotkoe – Choenuoeko Vgo`h`hnko Vgrspgntha Mk`hts –. Nkdh luek dgoeujkpnko tgrhdknkshm ngpk`k sgduk phmkn ykoe tgckmdkdbkotu `kckd pgouchsko dknkckm tgrutkdk `isgo dktk nuchkm Mk`hts Pkrbkwhykoe `hkdpu icgm Bkpkn Rkmdkt Zmi`hqho, sgmhoeek nkdh `kpktdgoygcgskhnko dknkckm hoh. Nkdh bgrmkrkp `goeko `hsusuooyk dknkckm hoh `kpktdgokdbkm pgoegtkmuko tgrnkht Choenuoeko Vgo`h`hnko `kckd Vko`koeko Hsckddgckcuh Vgrspgntha Mk`hts `ko luek bgrdkoakkt `kckd bh`koe pgoeklkrko,nmususoyk `kckd pgoeklkrko dktk nuchkm Mk`hts Pkrbkwh. Nkdh luek dgoyk`krh bkmwk `kckd pgoyusuoko dknkckm hoh dkshm tgr`kpkt ngnurkoeko, icgm nkrgok htuskrko `ko nrhthn skoekt nkdh pgrcunko uotun dgdpgrbkhnh dknkckm hoh, sgdiekdknkckm ykoe nkdh susuo bgrdkoakkt bkeh nhtk sgduk. Bkolkrdksho, 26 Kprhc 262;Vgouchs h KAPKR HZH NKPK VGOEKOPKR...........................................................................................hKAPKR HZH.........................................................................................................hhBKB H VGO Bgcknkoe...............................................................................................; Dkskckm..........................................................................................; HH Choenuoeko Vgo`h`hnko................................................................ Vgo`h`hnko Hsckd........................................................................ Choenuoeko Vgo`h`hnko...............................................................1BKB HHH KAPKR VWZPKNK............................................................................................;0 hh
A LATAR BELAKANG. Lingkungan yang nyaman dan mendukung terselenggaranya suatu pendidikan amat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri.
› Humaniora›Unicef dan Kemenag Luncurkan... Selain harus hadir untuk melindungi anak-anak korban kekerasan, negara juga harus berperan aktif dalam pencegahan kekerasan anak. Oleh SONYA HELLEN SINOMBOR 4 menit baca DOKUMENTASI/UNICEF INDONESIAIlustrasi kegiatan KOMPAS — Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak atau Unicef dan Kementerian Agama, Sabtu 10/6/2023, meluncurkan buku yang membahas tentang hak-hak anak dan pandangan Islam terhadap perlindungan anak. Buku ini diharapkan menumbuhkan pemahaman dan kesadaran yang lebih mendalam di kalangan tokoh agama, ulama, dan masyarakat luas tentang kewajiban bersama untuk menjaga dan memenuhi hak-hak anak berdasarkan ajaran yang berjudul Hak dan Perlindungan Anak dalam Islam Pandangan Islam tentang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Tindakan-tindakan Berbahaya diluncurkan pada acara Islamic Fest 2023 yang berlangsung di Jakarta. Selain dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil dan perwakilan Unicef di Indonesia, Maniza Zaman. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pemuka agama, pejabat, serta pemangku kepentingan lain dari seluruh Indonesia. Buku tersebut memuat sejumlah pesan tentang pentingnya memenuhi hak anak berupa perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan praktik-praktik berbahaya dengan mengambil contoh-contoh yang bersumber dari Al Quran dan hadis. Selain itu, buku tersebut juga mengupas peran orangtua, pemuka agama, dan masyarakat dalam perlindungan juga Kementerian Agama Diminta Membuat Aturan Pencegahan Kekerasan SeksualBuku yang akan dibagikan kepada pemuka agama Islam dan lembaga-lembaga Islam maupun pihak lainnya ini terjemahan dari buku aslinya yang dalam bahasa Arab yang diterbitkan Universitas Al-Azhar di Mesir. Buku tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Unicef dan Unicef Indonesia Maniza Zaman,Maniza Zaman dalam sambutannya berharap buku tersebut akan menjadi sumber rujukan yang bermanfaat bagi sekolah-sekolah, pemuka masyarakat, guru, dan orangtua, serta menginspirasi dan memperkuat komitmen untuk melindungi dan memberikan pengasuhan terbaik untuk anak.”Unicef menyadari peran penting dari para cendekiawan, pemimpin, dan lembaga agama sebagai penyeru, pendidik, dan agen perubahan,” kata Indonesia, seperti di banyak belahan dunia lainnya, para pemuka dan organisasi agama memiliki berperan dan berpengaruh sangat besar pada tatanan sosial dan budaya masyarakat. Mereka berperan sebagai suar pemandu, membentuk opini dan norma publik, dan berkontribusi pada perumusan kebijakan di berbagai tingkat kebijakan yang dikeluarkan Kemenag benar-benar memprioritaskan hak-hak anak serta melindungi anak dari tindak kekerasan dan praktik berbahaya lainnya.”Menyadari peran penting ini, Unicef di Indonesia telah memulai kemitraan strategis dengan sektor agama yang bertujuan untuk memenuhi hak-hak anak, meliputi bidang-bidang vital di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan,” ujar berkeyakinan, menggabungkan kekuatan dan bekerja sama dengan para pemuka agama, termasuk ulama, kiai, dan para cendekia akan dapat menyelamatkan dan mengubah hidup jutaan orang di anak dari kekerasanHarapan yang sama juga disampaikan Menteri Agama. Selain menjadikan buku tersebut sebagai sumber rujukan bagi para pembuat kebijakan di lingkungan Kemenag, Yaqut Cholil juga memastikan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan Kemenag benar-benar memprioritaskan hak-hak anak serta melindungi anak dari tindak kekerasan dan praktik berbahaya Agama Yaqut Cholil Qoumas ”Kemenag berkomitmen membuat kebijakan yang menyertakan perlindungan anak dan prinsip-prinsip hak anak,” ujar Yaqut tersebut akan diwujudkan melalui kerja sama dengan kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN.Kemenag juga akan mendukung beragam program nasional, termasuk program penurunan tengkes, penurunan angka perkawinan anak, dan program untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif di madrasah, pesantren, serta lembaga pendidikan itu, setelah diluncurkan, buku tersebut akan dibagikan kepada lembaga-lembaga pendidikan tinggi Islam di Indonesia agar menjadi rujukan bagi staf pengajar agar dapat mengintegrasikan topik hak-hak anak ke dalam mata kuliah yang terkait, seperti hak asasi manusia, hukum keluarga Islam, dan juga Jangan Berhenti di Laporan, Pencegahan Perkawinan Anak Harus dari DesaSelain itu, Yaqut Cholil juga berharap buku tersebut dapat digunakan untuk pengembangan kapasitas oleh organisasi-organisasi berbasis agama guna memperdalam pemahaman tentang hak-hak anak dan memperkuat peran organisasi sebagai aktor dalam advokasi perlindungan GANDHAWANGIKampanye perlindungan anak di dunia maya dilakukan sejumlah lembaga pemerhati anak di Alun-alun Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Minggu 26/2/2023. Buku Hak dan Perlindungan Anak dalam Islam yang isinya hampir 300 halaman ini memuat berbagai topik terkait anak. Misalnya, bab I yang membahas perkawinan anak dan perkawinan paksa, yang menguraikan bagaimana sikap Islam terhadap perkawinan usia anak, esensi perbedaan pendapat tentang perkawinan usia anak, dan kawin lain mengulas tentang khitan atau pemotongan dan pelukaan genital perempuan; diskriminasi anak, pekerja anak, pelecehan seksual terhadap anak; hilangnya perlindungan keluarga dan isu anak itu, juga dibahas tentang kekerasan terhadap anak dalam lingkungan keluarga, kekerasan di sekolah dan institusi pendidikan; eksploitasi anak dalam konflik bersenjata dan kekerasan lainnya; perdagangan anak; dan kekerasan terhadap anak di televisi dan internet.
Artinya "Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manudia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak." (HR. Bukhari) 3. Hadis tentang kewajiban menuntut ilmu:
A. SANAD DAN MATAN HADIS ٲخبرنا الحسين بن عبدالله بن يزيدالقطان, حدثنا ادم حدثنا موس بن مروان الرقي, حدثنا مبشر بن ٳسماعيل,عن الاوزاعي, عن الزھري, عن حميد بن عبد الرحمن, عن ٲبي ھريرۃ عن النبيصلىاللهعليهوسلم قال كل مولود يولد على الفطرة فٲبواه ٲن يھودانه ٲوينصرانه اويمخسانه A. MAKNA MUFRODAT مولود dilahirkan الفطرۃ fitrah ٲن يھودانه iyahud ينصرانه nasrani يمخسانه majusi B. TERJEMAHAN “ Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda; Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi”. D. BIBLIOGRAFI PERAWI Al-Auza’i Beliauadalah Abu Amru Abdurrahman bin Amru bin Muhammad al-Auza’i ad-Dimasyqi, beliauadalahulamadariSyam yang kemudianberpindahkeke Beirut sampaiwafatnya, yangmendapatjulukanSyaikhul Islam. BeliaulahirtatkalasebagianparasahabatNabishollallohu yang terkenal di kota Hamadan, Damsyiq yang bernama Al-Auza’.Beliaulahirpadatahun 88 H, dikenalsebagai orang yang baik, utama, memilikibanyakilmu, baikdalambidanghaditsmaupunfikih, danucapanbeliaudipakaisebagaihujah. Beliau banyakbelajarkepadaparatabi’in yaitu orang-orang yang menuntut/menerimailmulangsungdariparasahabatRasululloh. Di antaranyaadalah Atha’ bin abiRabbaah, Abu Ja’far al-Baaqir, Qatadah, Bilal bin Sa’ad, Az-Zuhri, Yahya bin Abu Katsir, Ismail bin Ubaidillah bin AbulMuhajir, Muth’im bin al-Miqdam, Umar bin Hani’, Muhammad bin Ibrahim, Salim bin Abdulloh, SyadadabuAmmar, Ikrimah bin Khalid, Alqomah bin Martsad, Muhammad bin Sirin, Mauimun bin Mihran, Nafi’ maulaIbnu Umar, danmasihbanyaklagidariparaTabi’indan yang yang belajarkepadabeliau. Di antaramurid-murid yang meriwayatkandaribeliau, IbnuSyihabAz-Zuhri, Syu’bah, Sufyanats-Tsauri, Yunus bin Yazid, Malik, IbnulMubarok, Abu Ishaq al-Fazari, Yahya al-Qadhi, Yahya Al-Qaththan, Muhammad bin Katsir, Muhammad bin Syu’aibdanmasihbanyaklagi. Al-Auza’itidakmeninggalkanhartawarisanmelainkanuangsebanyak 6 153 H, dankebanyakanulamaberkatabahwabeliaumeninggalpadatahun 157 H di bulanShafar . Az-Zuhri Nama sebenarnya adalah Muhammad bin Muslim bin Abdullah. Az-Zuhri meriwayatkan hadits bersumber dari Abdullah bin Umar, Abdullah bin Ja’far, Sahal bin Sa’ad, Urwah bin az-Zubair, Atha’ bin Abi Rabah. Ia juga mempunyai riwayat-riwayat yang mursal dari Ubadah bin as-Shamit, Abu Hurairah, Rafi’ bin Khudaij, dan beberapa lainnya. Imam al-Bukhari berpendapat bahwa sanad az-Zuhri yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya. Sedangkan Abu Bakar bin Abi Syaibah menyatakan bahwa sanadnya yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Ali bin Husain, dari bapaknya dari kakeknya Ali bin Abi Thalib”.Ia wafat di Sya’bad pada tahun 123 H, ada yang mengatakan ia wafat tahun 125 H . E. SABABUL WURUD Dari aswad katanya aku mendatangi rasulullah dan aku ikut perang bersamanya. Kami memperoleh kemenangan namun pada hari itu orang-orang terus saling berbunuhan sehingga merekapun membunuh anak-anak. Halitu disampaikan kepada rasulullah, maka rasulullah bersabda “ keterlaluan, sampai hari ini mereka masih saling membunuh sehingga banyak anak-anak terbunuh”. Berkatalah seorang laki-laki “ ya rasulullah, mereka adalah anak orang-orang musyrik” kata rasulullah; ketahuilah, sesungguhnya penopang kami adalah orang-orang musyrik itu. Jangan membunuh keturunan, jangan membunuh keturunan”. Kemudian beliaupun bersabda “ setiap anak dilahirkan, dilahirkan di atas fitrah suci. maka senantiasa ia berada dalam keadaan suci, sampai lidahnya berbicara. kedua orang tuanyala yang menjadikannya yahudi atau nasrani atau majusi”. Keterangan Maka manakala bayi itu dibiarkan pada keadaan dan tabiatnya, tidak ada pengaruh luar yang mempengaruhinya berupa pendidikan yang merusak atau taklid kepada kedua orang tuanya dan yang selainnya niscaya bayi tersebut kelak akan melihat petunjuk kearah tauhid dan kebenaran rasul saw dan hal ini merupakan gambaran atau nalar yang baik yang akan menyampaikannya kearah petunjuk dan kebenaran sesuai dengan fitrahnya yang asli dan dia kelak tidak akan memilih kecuali memilih-milih agama Ajaran yang hanif . F. KANDUNGAN HADIS Usaha-usaha pendidikan dan pengajaran harus dimulai sejak anak didik lahir ke dunia ini, anak adalah amanah Allah kepada orang tuanya. Fitrah anak yang mempercayai adanya Allah disalurkan sewajarnya,dibimbing dan diarahkan kepada rasa iman kepada Allah dan mencintai-Nya pula. Proses pendidikan dan pengajaran Tauhid harus dimulai sejak lahir anak ke dunia ini. Proses pendidikan dan pengajaran Tauhid terhadap anak harus diperhatikan orang tua. pendidikan dan pengajaran Tauhid itu melalui tiga proses yaitu Pembentukan pembiasaan Pembentukan pengertian Pembentukan budi luhur tahap pembentukan pembiasaan ini meliputi sejak ia lahir hingga sebagian masa sekolah. Pada masa ini anak memiliki kesukaan meniru hal yang dilihat dan didengarnya. Kecenderungan manusia untuk meniru belajar lewat peniruan menyebabkan ketauladan sangat penting. Kesukaan meniru inilah yang dimanfaatkan dan diarahkan pada pengenalan kepada Allah. Keteladan dalam pendidikan agama islam merupakan metode yang meyakinkan keberhasilan dalam mempersiapkan dan membentuk moralspritual dan sosial anak. Hal ini adalah karena pendidikan merupakan contoh terbaik dalam pandangan anak yang akan ditirunya dalam perbuatan serta tata santunnya. Disadari atau tidak disadari terpatri dalam jiwa dan perasaannya gambaran seorang pendidik, dan tercermin dalam ucapan dan perbuatan material dan spiritual. tahap pembentukan pengertian meliputi pada masa sekolah sampai menjelang remaja. Ada suatu hal yang perlu diperhatikanpada anak usia menjelang usia sekolah yaitu anak suka berkhayal, karenanya kekhayalannya itu perlu mendapat penyaluran pada pengenalan kepada remaja adalah masa peralihan dan persiapan untuk dewasa, anak diarahkan untuk pada penginsyafan tentang kenyataan , mengerti dan menyadari bahwa segala apa saja yang ada didunia ini adalah makhluk Allah, semuanya diciptakan oleh Allah. Apabila pertumbuhan dan perkembangan pengenalan kepada allah itu berjalan dengan baik dan lancar , segala kebiasaan yang baik jadi amalannya, maka dalam usia remaja terbentuklah rasa iman kepada allah kepada allah dengan mendalam dan lebih disempurnakan lagi pada usia dewasa yang dimatangkan dengan pendidikan dan pengajarannya atau pengalamannya. G. KELUARGA SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama kali memperoleh pendidikan. Bimbingan lingkungan keluarga merasa bertanggung jawab terhadap pembentukan waktu dan pertumbuhan jasmani anak. Setiap anggota keluarga mempunyai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing, mereka memberikan pengaruh pada proses pembiasaan pendidikan di dalam keluarga merupakan dasar yang berkelanjutan diteruskan pada pendidikan selanjutnya. Salah satu fungsi keluarga adalah melaksanakan pendidikan. Dalam hal ini orang tua adalah pengemban tanggung jawab pendidikan anak. Pendidkan dalam keluarga dilaksanakan atas dasar tanggung jawab kodrati dan atas dasar kasih sayangyang secara naluriah muncul pada diri orang tua.
HADISHADIS TENTANG MATERI PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK (Kualitas Hadis dan Kandungannya) TESIS Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Akhlak kepada lingkungan sebanyak 3 hadis. Hasil yang ditemukan oleh penulis dari segi kualitas hadis bahwa: secara keseluruhan hadis yang menjadi pokok pembahasan bernilai s}ah}i>h}, dan
Abstrak . Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan, sebab lingkungan pendidikan berfungsi menunjang terjadinya proses belajar mengajar, lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan. Lingkungan dibedakan menjadi lingkungan alam hayati, lingkungan alam non-hayati, lingkungan buatan dan lingkungan sosial. Pendidikan merupakan salah satu kewajiban pertama bagi orang tua. Dalam Islam, orang yang paling bertanggung jawab dalam pendidikan anak adalah orang tua. Keluarga adalah “umat terkecil” yang memiliki pimpinan dan anggota, mempunyai pembagian tugas dan kerja, serta hak dan kewajiban bagi masing-masing anggotanya. Pendidikan keteladanan terbaik bagi anak, ialah jika kedua orang tua mampu menghubungkan anaknya dengan keteladanan Rasûlullâh SAW, sebagai uswah seluruh umat manusia. Lingkungan sekolah yang positif yaitu lingkungan sekolah yang memberikan fasilitas dan motivasi untuk berlangsungnya pendidikan Kunci. Lingkungan, PendidikanDaftar PustakaAhmadi, Abu dan Nur Uhbiyati. 2001. Ilmu Pendidikan. Jakarta Rineka Js. 1996. Kamus Umum Bahas Indonesia. Jakarta Pustaka Sinar 2015. “Telaah Komparasi Konsep Pembelajaran Menurut Imam Al-Zarnuji dan Imam Al-Ghozali”. Tarbawi. 102 17-26 Juli - Desember 2015. Terdapat dalam Abudin. 2010. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta Raja Grafindo Samsul dan Zainal Efendi Hasibuan. 2011. Hadist Tarbawi. Jakarta Kalam Ngalim. 1996. Psikologi Pendidikan. Bandung Remaja Rosda 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta Kalam Ag. tt. Pendahuluan Pendidikan Umum. Bandung CV. 1982. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta Aksara Ahmad. 2000. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung Remaja Rosda Ahmad. 2003. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung Nur. 1997. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung Pustaka Setia.
tentangPendidikan Anak dalam Perspektif Hadis". Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana peran orang tua tentang pendidikan anak dalam perspektif hadis; dan 2) bagaimana tanggung jawab orang tua tentang pendidikan anak dalam perspektif hadis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber
Pemeliharaan lingkungan bukanlah sekedar estetika keindahan semata namun lebihpada implementasi tujuan diberlakukannya nilai-nilai ajaran Islam. Upaya melestarikanlingkungan hidup juga sudah dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadisdijelaskan bahwa Nabi melarang menebang pohon sidrah pohon bidara sebagaimanadiriwayatkan oleh imam Abu Dawud dalam hadis nomor 4561. Pemahaman yang bisadicapai dalam hadits tersebut adalah , bahwa pemeliharaan lingkungan merupakanpenjagaan dan realisasi dari kelima tujuan syariat tersebut. Oleh karena itu, apabilaada manusia yang berbuat kerusakan atau merusak lingkungan, maka dianggap telahmelanggar syariat Islam. Upaya membangun kesadaran lingkunngan seharusnyadilakukan melalui pendidikan, pelatihan pembinaan, dan penanaman nilai-nilaiajaran Islam, yang bersumber dari dalil-dalil al-Quran dan al-Hadis. Kemudian upayamembangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup tersebut juga harusdilakukan secara terus menerus sehingga membentuk karakter bagi setiap individuuntuk yang selanjutnya membentuk kesadaran intrinsik bagi setiap individu dalammenyikapi fenomena lingkungan hidup. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIf HADIS Membangun Kesadaran Pendidikan dalam Melestarikan LingkunganAli MuhtaromIAIN Sultan Maulana Hasanuddin Bantene-mail AbstrakPemeliharaan lingkungan bukanlah sekedar estetika keindahan semata namun lebih pada implementasi tujuan diberlakukannya nilai-nilai ajaran Islam. Upaya melestarikan lingkungan hidup juga sudah dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa Nabi melarang menebang pohon sidrah pohon bidara sebagaimana diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dalam hadis nomor 4561. Pemahaman yang bisa dicapai dalam hadits tersebut adalah , bahwa pemeliharaan lingkungan merupakan penjagaan dan realisasi dari kelima tujuan syariat tersebut. Oleh karena itu, apabila ada manusia yang berbuat kerusakan atau merusak lingkungan, maka dianggap telah melanggar syariat Islam. Upaya membangun kesadaran lingkunngan seharusnya dilakukan melalui pendidikan, pelatihan pembinaan, dan penanaman nilai-nilai ajaran Islam, yang bersumber dari dalil-dalil al-Quran dan al-Hadis. Kemudian upaya membangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup tersebut juga harus dilakukan secara terus menerus sehingga membentuk karakter bagi setiap individu untuk yang selanjutnya membentuk kesadaran intrinsik bagi setiap individu dalam menyikapi fenomena lingkungan kunci Pendidikan, Lingkungan hidup, Hadits An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 14A. PendahuluanBanyaknya permasalah lingkungan hidup seperti perusakan hutan, punahnya beberapa jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan, erosi, polusi udara, dan lain-lain adalah menunjukkan gejala-gejala adanya ketidak seimbangan di dalam sistem lingkungan hidup di bumi. Sesungguhnya sumber permasalahan lingkungan hidup terletak pada ulah manusia yang dalam aktitasnya tidak mempedulikan keseimbangan dan keserasian ditinjau dari perspektif saintik dan normatif, kerusakan lingkungan banyak disebabkan oleh ulah manusia melalui sikap pandangannya. Ini bisa terjadi karena tidak sesuainya interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Lingkungan adalah hal-hal atau segala sesuatu yang berada di sekeliling manusia sebagai pribadi atau di dalam proses pergaulan hidupnya. Dengan demikian masalah lingkungan hidup tidak hanya terbatas pada masalah sampah, pencemaran, penghutanan kembali maupun sekedar pelestarian alam. Namun masalah lingkungan hidup merupakan bagian dari suatu pandangan hidup; sebab ia merupakan kritik terhadap kesenjangan yang diakibatkan oleh pengurasan energi, dan keterbelakangan yang diakibatkan oleh pengejaran pertumbuhan ekonomi yang optimal dan konsumsi yang maksimal. Dengan kata lain, masalah lingkungan hidup berkaitan dengan pandangan dan sikap hidup manusia untuk melihat dirinya sebagai Negara kepulauan akan sangat rentan terhadap akibat dari pemanasan global ini. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB tahun 2011 menunjukkan bahwa 85% lebih bencana yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu tahun 2002-2011 adalah terkait bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh kerusakan yang dimiliki oleh Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia menunjukkan bahwa Status Lingkungan Hidup Indonesia SLHI secara umum mengalami penurunan kualitas dari tahun ke tahun. Kualitas udara cenderung menurun disebabkan pencemaran udara yang diakibatkan transportasi, terutama kendaraan bermotor. Kualitas air juga mengalami penurunan diakibatkan oleh pencemaran. Bahkan menurut catatan Walhi, ditemukan bahwa pada tahun 2012, aktor perusak lingkungan hidup tertinggi adalah perusahaan, terutama sektor tambang dan perkebunan, Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis15kemudian disusul oleh pemerintah, dan yang terakhir adalah sistem lingkungan hidup ke dalam ketidakseimbangan, tidak hanya disebabkan oleh satu hal, tetapi oleh berbagai macam campur tangan manusia tadi, yang secara keseluruhan dampak negatifnya terhadap alam dan iklim sangat besar. Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, dengan tidak mempertimbangkan bahwa aktivitas yang berlebihan dalam mengeksploitasi lingkungan guna memenuhi kebutuhan dan keinginannya, akan melampaui kemampuan lingkungan dalam mendukung perikehidupan. Aktivitas berupa eksploitasi yang berlebihan, itulah yang menyebabkan terganggunya keseimbangan dan keserasian lingkungan. Tidak jarang terjadi manusia yang melakukan tindakan over eksploitasi itu didorong oleh motivasi untuk mencari keuntungan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, amat berpengaruh pada tingkah laku manusia. Bersamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, terjadi pula pergeseran nilai-nilai, terutama nilai interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya. Tingkah laku yang dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknoligi itu memberikan tekanan yang semakin berat kepada daya dukung lingkungan. Semula manusia hanya mengambil dan mengumpulkan kebutuhan hidupnya dari lingkungan yang ditempatinya. Kemudian kemajuan teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana yang efektif untuk memenuhi dan memuaskan keinginan-keinginan Soemarwoto, sebagaimana dikutip NHT Siahaan, membedakannya antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan diartikan sebagai sesuatu yang terbatas dan diperlukan untuk mencapai kesehatan, keamanan dan aspek-aspek yang berkaitan secara manusiawi. Sedangkan keinginan, diartikan kebalikannya, tidak ada batasnya, selalu ingin lebih banyak, menanjak tiada batas the rising demand.NHT Siahaan, membedakan tiga pola keinginan dan ancaman lingkungan ekologis ke dalam pola individual, pola politik pembangunan, dan pola negara-negara maju/ negara-negara industri. Pola individu mengarah pada perbuatan-perbuatan seseorang yang cenderung mempengaruhi lingkungannya dapat dilihat dalam hal-hal An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 16a Faktor ketiadaan perangkat-perangkat norma yang mengatur interaksi-interaksi individu dan Faktor ketiadaan sarana-sarana pembinaan lingkungan. Seseorang cenderung melakukan sesuatu yang tidak baik pada tata lingkungannya karena tiada alternatif lain yang memungkinkan ia berbuat wajar pada lingkungannya. Misalnya seseorang membuang sampah ke sembarang tempat, karena tiada bak-bak sampah yang tersedia secara Faktor egoisme. Pola keinginan yang kurang kendali kerapkali terdorong oleh faktor selalu mementingkan diri sendiri ego centris. Kepentingan yang berkenaan dengan masalah bersama biasanya kurang menjadi perhatian banyak orang. Dalam persoalan dengan masalah lingkungan, faktor egoisme demikian boleh juga dikatakan sebagai hal cukup dominan. Misalnya para pemegang HPH, dalam beberapa hal tidak jarang melanggar peraturan-peraturan dan prosedur yang ditetapkan dalam eksploitasi areal Pengawasan dan penegakan hukum Law Enforcement. Faktor pengawasan dan penegakan hukum yang konsekuen sangat banyak artinya dalam usaha mempertahankan konservasi lingkungan. Benturan-benturan, dampak dan interaksi yang berlebihan pada lingkungan dapat dicegah melalui sistem-sistem pengawasan dan penegakan hukum. Tetapi sebaliknya sistem kontrol yang lemah dan system enforcement yang tidak tegas akan saja menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk menggunakan lingkungan politik pembangunan pada umumnya terjadi di negara-negara berkembang yang sedang giat-giatnya dan penuh ambisius dalam melakukan pembangunan. Para pemerintah negara berkembang berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan social masyarakat di segala bidang kehidupan lewat berbagai upaya. Keinginan mamajukan negaranya tersebut diwujudkan melalui usaha-usaha membuka kebijaksanaan baru untuk menarik investor asing menanamkan modalnya; imporisasi barang-barang yang dinilai mewujudkan kemajuan seperti kendaraan-kendaraan, alat-alat kebutuhan mutakhir, perabot rumah tangga, mendayagunakan sumber-sumber daya alam Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis17untuk mendukung system pembangunan. Tetapi negara-negara berkembang kerapkali menghadapi kenyataan-kenyataan berupa ekses-ekses yang justru tidak jarang membuat tujuan yang dicanangkan sulit dicapai. Misalnya timbulnya kerusakan lingkungan hidup melalui negara-negara maju atau negara-negara industri pun menjadi salah satu ancaman bagi lingkungan hidup. Pola ini bisa diakibatkan oleh kemajuan teknologi yang dikembangkan oleh negara-negara maju tersebut. Bagi negara-negara membangun, masalah efek sampingan teknologisasi itu tidaklah merupakan pertimbangan penting. Bagi mereka yang perlu ialah kemajuan. Oleh negara-negara maju, ambisi-ambisi negara-negara berkembang ini disambut dan dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan industri dan perdagangan negaranya. Segala macam keinginan negara berkembang dipenuhi seakan-akan dermawan yang murah hati. Terjadilah perubahan di mana negara-negara berkembang dijadikan pasar pelemparan bagi barang-barang industri yang tidak dalam ajaran Islam, Al-Qura’n dan as-Sunnah Nabi Muhammad secara tegas melarang umat manusia membuat kerusakan lingkungan. Di dalam al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang melarang secara eksplisit perusakan lingkungan. Seperti dalam surat ar- surat Ruum ayat 41, surat as-Syuura ayat 30, aI-Baqarah ayat 69 dan ayat melestarikan lingkungan hidup juga sudah dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa Nabi melarang menebang pohon sidrah pohon bidara sebagaimana diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dalam hadis nomor 4561. Nabi juga membuat lahan konservasi di Naqi’, sedangkan Khalifah Umar bin al-Khatab membuat lahan konservasi di kawasan Syaraf dan Rabazah sebagaimana hadis Bukhari nomor 2197. Kemudian Nabi juga menyuruh supaya manusia memanfaatkan lingkungan dengan menanam pohon-pohon yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk di bumi. Sebagaimana dalam riwayat Iman Bukhari hadis 2172 dan hadis riwayat Muslim nomor 2900, 2901, 2902, 2903 dan masih banyak lagi hadis-hadis yang menyuruh pada umat manusia agar merawat dan melestarikan lingkungan. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 18Namun permasalahan yang perlu dikemukakan adalah bagaimana pemahaman atau interpretasi nilai-nilai Islam, khususnya mengenai hadis-hadis tentang lingkungan hidup ini bisa dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan manusia pada saat ini? Dan bagaimana nilai-nilai ajaran Islam mengenai pembinaan kesadaran lingkungan hidup benar-benar membentuk karakter bagi semua umat manusia? B. Hadis tentang Lingkungan Hidup Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Usamah dari Ibnu Juraij dari Utsman bin Abu Sulaiman dari Sa’id bin Muhammad bin Jubair bin Muth’im, dari Abdullah bin Hubsyiy ia berkata, Rasulullah saw bersabda “Barang siapa menebang pohon bidara maka Allah akan membenanmkan kepalanya dalam api neraka”. Abu Dawud pernah ditanya tentang hadis tersebut, lalu ia menjawab secara ringkas, makna hadis ini adalah barang siapa menebang pohon bidara di padang bidara dengan sia-sia dan zhalim, padahal itu adalah tempat untuk berteduh para musar dan hewan-hewan ternak, maka Allah akan membenamkan kepalanya di neraka. “Telah menceritakan kepada kami Makhlad bin Khali dan Salamah –maksudnya Salamah bin Syabib, telah Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis19menceritakan kepada kami Abdurrazak berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Utsman bin Abi Sulaiman dari seseorang penduduk Tsaqif dari Urwah bin Zubair dan ia memarfu’kannya kepada Nabi saw seperti hadis tersebut. HR. Abu dawud, nomor 45611. Para PerawiHadis tersebut diriwayatkan oleh para perawi dengan dua jalur, yaitu jalur Abdullah bin Hubsyi dan Urwah bin Az-Zubair. Bila dilihat dari skema sanad adalah sebagai berikutUtsman bin Abi Sulaiman bin Jubair bin Muth’imAbdurrazaq bin Hammam bin Nafi’ Makhlad bin Khalid bin YazzidHammad bin Usamah bin Zaid Nahsr bin Ali bin Nashr bin ShubhanAbdul Malik bin Abul Aziz bin JuraijSaid bin Muhammad bin Jubair bin Muth’im Nabi Muhammad Saw. Penjelasan mengenai para perawi jalur pertama, yaitu jalur Abdullah bin Hubsyi pada hadis tersebut adalah An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 201. Abdillah bin HubsyiyyNama lengkapnya adalah Abdillah bin Hubsyiyy. Kunyahnya Abu Qatilah. Golongan sahabat. Tempat menetap di Marwal al-Raud. Meriwayatkan hadis langsung dari Nabi Muhammad saw. Derajatnya menurut jumhur ulama adalah Said bin Muhammad bin Jubair bin Muthi’imNama lengkapnya Sa’id bin Muhammad bin Jubair bin Muth’im al-Qurasyi al-Nauli. Tinggal di Madinah. Golongan tabi’in biasa. Derajat menurut Ibnu Hibban an Adzahabi tsiqoh. Sedangkan dari aspek kualitas, Sa’id dinilai dengan penta’dilan peringkat keenam maqbul, yakni tingkat keadilan diakui, namun dari aspek kedlabitannya kurang Utsman bin Abi SulaimanNama lengkapnya Utsman bin Abi Sulaiman bin Jubair bin Muth’im. Golongan tabi’in tidak jumpa sahabat. Tinggal di di Marwal al-Raud. Derajatnya, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Mu’in, Abu Hatim al-Razi, al-Ijli, dan Muhammad bin Sa’ad mengatakan tsiqoh 4. Ibnu Juraij Nama lengkapnya adalah Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij. Kunyahnya Abu al-Walid. Wafat tahun 150 H. Golongan tabi’in tidak jumpa sahabat. Tinggal di di Marwal al-Raud. Derajatnya menurut Yahya bin Sa’id al-Qaththan; shauq, Yahya bin Mu’in, Al-Ijli, dan Ibnu Hibban tsiqoh5. Abu UsamahNama lengkapnya adalah Hammad bin Usamah bin Zaid. Kunyahnya Abu Usamah. Wafat 201 H. Golongan tabi’it tabi’in biasa. Tinggal di Kufah. Derajat Ahma bin Hanbal, Yahya bin Mu’in, Al-Ijli, Ibnu Hubban, dan Adzahabi mengatakan Nashr bin AliNama lengkapnya Nashr bin Ali bin Nashr bin Shahban. Kunyahnya Abu mr. wafat tahun 250 H. Golongan tabi’it tabi’in kalangan tua. Tinggal Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis21di Bashrah. Derajat Ahmad bin Hanbal la ba’sa, Abu Hatil al-Razi, An-Nasa’I, Ibnu Kharrasy, Maslamah bin Qasim adalah Abu DaudNama lengkapnya adalah Sulaiman bin al-Asy’asy bin Ishaq bin Basyir bin Saddad Abu Dawud al-Sijistani. Golongan wafat pada tahun 275 H. Derajatnya menurut Maslamah bi Qashim adalah tsiqoh. Al-Hakim memujinya bahwa Abu Dawud adalah ahli hadis di zamannya. Dan Musa bin Harun mengatakan “Abu Dawud dilahirkan di Dunia untuk hadis dan di akhirat untuk masuk surga”.Sedangkan penjelasan mengenai para perawi jalur kedua, yaitu jalur Urwah bin Az-Zubair pada hadis tersebut sebenarnya sama-sama bertemu dengan Utsman bin Abi Sulaiman bin Jubair bin Muth’im. Namun dari jalur yang kedua ini terputus karena adanya perawi yang tidak disebutkan identitasnya, yaitu dengan menggunakan rajulin. Secara lebih jelas beberapa perawi pada jalur kedua tersebut adalah1. Urwah bin az-Zubair. Nama lengkapnya adalah Urwah bin az-Zubair bin al-Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Izzi bin Qu. Kunyahnya adalah Abu Abdullah. Golongan Tabiin kalangan pertama. Tempat menetap di Madinah. Wafat pada tahun 93 H. Derajatnya menurut al-Ajli dan Ibnu Hajar Ma’mar bin Raosyid. Kunyahnya adalah Abu Urwah. Golongan TabiitTabiin kalangan tua. Tempat menetap di Yaman. Wafat pada tahun 154 H. Derajatnya menurut al-Ajli tsiqoh, Abu Hatim sholihul Abdurrazaq bin Hammam bin Na. Kunyahnya adalah Abu Bakar. Golongan TabiitTabiin kalangan biasa. Tempat menetap di Yaman. Wafat pada tahun 211 H. Derajatnya menurut Abu daud tsiqoh, xsedangkan menurut adz-Zahabi seorang Makhlad bin Khalid bin Yazzid. Kunyahnya adalah Abu Muhammad. Golongan Tabiital-Atba’ kalangan tua. Tempat menetap di abariyah. Derajatnya menurut Abu Daud tsiqoh, Abu Hatim tidak dikenal. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 222. Kualitas HadisAbu Dawud dalam menyampaikan hadis tersebut menggunakan lafadh haddatsana, yang mengandung arti tahammul dengan tingkat akurasi ketersambungan yang tinggi. Dengan merujuk data dari tujuh orang perawi pada jalur pertama, yaitu jalur periwayatan sahabat Abdullah bin Hubsyiyy, yang terlibat dalam jalur sanad di atas, dapat disimpulkan bahwa hadis tentang larangan memotong pohon sidrah di atas seluruh rawinya tersambung dan di sandarkan pada Nabi marfu’. Adapun dari aspek kualitas rawi yang enam, yaitu apabila dilihat pada jalur periwayatan kedua, periwayatan sahabat Urwah bin Zubair ada rawi yang tidak disebut namanya, yaitu rawi pada urutan ke-6 yang menggunakan redaksi rajul. Sedangkan pada rawi-rawi yang lain pada urutan ke-2, Makhlad bin Khalid bin Yazzid, urutan ke- 3 Abdurrazaq bin Hammam bin Na, dan ke- 4 Ma’mar bin Raosyid, secara keseluruhan adalah tsiqoh. Dengan demikian hadis tersebut dikatakan marfu’, muttashil, dan sanadnya hasan melalui sahabat Abdullah bin Hubsyiyy, karena rawi Sa’id bin Muhammad bin Jubair bin Muth’im dinilai maqbul, sedangkan yang melalui periwayatan sahabat Urwah bin Zubair sanadnya dinilai dhaif, karena adanya rawi rajul yang dinilai mubham. Kemudian hadis di atas hanya diriwiyatkan oleh Abu Dawud saja dalam bab ke-35 tentang babu al-adab, hadis Pembahasan HadisHadits di atas berisi larangan memotong pohon sidrah, sehingga “Barangsiapa yang memotong pohon sidrah maka Allah SWT menghunjamkan kepalanya tepat ke dalam neraka”. Ancaman neraka bagi orang yang memotong pohon sidrah menunjukkan perlunya menjaga kelestarian lingkungan alam. Karena keseimbangan antara makhluk satu dengan lainnya perlu dijaga, sedangkan perbutan memotong pohon sidrah adalah salah satu bentuk perbuatan yang mengancam unsur-unsur alam yang sangat penting untuk keselamatan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Kata dalam hadis di atas menurut sebagian ulama hadis memang dikhususkan pada pohon sidrah pohon bidara yang berada di Makkah dan Madinah. Pohon sidrah yang terkenal dengan sebutan al-sidr, yang biasanya Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis23tumbuh di padang pasir memang dikenal sebagai pohon yang tahan terhadap panas dan tidak memerlukan air1. Pohon tersebut banyak digunakan sebagai tempat berteduh oleh para musar, orang yang mencari lahan peternakan, pengembala, dan juga orang lain mempunyai tujuan Namun jika dilihat dari segi kata mengandung pengertian pohon secara umum bukan dikhususkan pada wilayah Makkah dan Madinah. Hal ini bisa ditelaah bahwa redaksi matan kata menggunakan isim nakirah3 yang berarti mengandung arti semua pohon yang ditanam secara umum, yang tidak terbatas pada pohon bidara yang berada di Makkah dan di Madinah saja. Hadis tersebut, walaupun hanya diriwayatkan oleh Abu Dawud namun hadis tersebut didukung beberapa hadis yang memberikan motivasi kepada umat manusia untuk gemar menjaga kelestarian lingkungan dengan bercocok tanam dan larangan menyianyiakan lahan. Hadis yang menjelaskan tentang anjuran bercocok tanam adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu hadis nomor 2900 dalam bab al-masaqah sebagai berikut Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami ayahu telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari Atho’ dari Jabir dia berkata Rasulullah saw bersabda “tidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya bernilai 1 Suryadi, Pemahaman Kontekstual Hadis-Hadis Lingkungan Hidup, Yogyakarta Teras, 2008, Abu Daud, Al-Imam Al-Hazh Abu Sulaiman Al-Asy’ats Al-Sijistani. Sunan Abu Dāwud. Juz 1 tahqiq Muhammad Abdul Aziz Kitab al-Adab Bab Qith’ al-sidr, Beirut Dar al-Kutub Al-Ilmiyyah, 1996.3 Seperti yang dikatakan Syaikh Ibn Malik dalam kitab Alyah Ibnu Malik dijelaskan , isim nakiroh menunjukkan suatu perkara yang tidak ditentukan An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 24sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang yang dimakan oleh burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkan ia menjadi sedekah HR. Muslim, nomor 2900 bab al- MasaqahHadis di atas marfu’, muttashil dan sanadnya shahih,4 melalui sahabat Jabir. Hadis tersebut juga diriwayatkan Muslim bab al-masaqah, nomor 2901, 2902, 2903, diriwayatkan Ahmad dalam bab Baqi Musnad al-Muktasirin nomor 13753, 14668; dan dalam al-Darimi bab al-Buyu’ nomor hadis yang melarang menterlantarkan lahan adalah sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dalam hadis nomor 2172 bab al-muzara’ah.Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa, telah mengkhabarkan kepada kami al-Auza’I, dari Athah dari Jabir berkata Dahulu ada beberapa orang yang memiliki beberapa tanah lebih, lalu mereka berkata, lebih baik kami sewakan dengan hasil sepertiga, sperempat, atau separuh. Tiba-tiba Nabi saw bersabda “Siapa yang memiliki tanah, maka hendaknya ditanami atau diberikan kepada kawannya. Jika tidak diberikan, tahan saja HR. al-Bukhari, bab al-Muzara’ah, nomor 2172Hadis di atas menunjukkan adanya penghargaan terhadap tanah yang merupakan karunia Allah. Seseorang yang dikaruniai Allah memiliki tanah yang luas namun tidak sanggup mengurusi atau tidak sanggup memanfaatkan 4 Suryadi, Pemahaman Kontekstual…, Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis25tanamannya dengan menenami tanaman yang bermanfaat, ia diwajibkan menyerahkan tanahnya baik dengan cara menghibahkan maupun dengan cara menyewakannya kepada orang lain yang memiliki waktu lebih luang mengurusi dan menggarap tanah tersebut. Memelihara tanah dengan baik dan kemanfaatan merupakan wujud mensyukuri nikmat yang diberikan Allah, dan sebaliknya mentelantarkan tamah dengan tidah mengisi kemanfaatan akan menyebabkan kekufuran dengan alas an menyianyiakan karunia Allah.Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair, telah menceritakan kepada kami al-Laits, dari Yunus dari Ibnu Syihab dari Ubaidillah bin Utbah dari Ibnu Abbas ra. Bahwa al-Sha’ab bin Jatsamah berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda semua hima lahan konservasi adalah milik Allah dan Rasuln-Nya. Jatsamah menambahkan keterangan lagi bahwa Nabi saw membuat lahan konservasi di al-Naqi’ dan “umar di kawasan al-Saraf dan al-Rabadzah. HR. Al-Bukhari nomor 2197.Kemudian apabila dikonrmasikan dengan ayat Al-Quran, hadis tersebut memiliki kesamaan dengan maksud al-Quran. Yaitu adanya seruan untuk melestarikan alam dan lingkungan. Antara lain rman Allah dalam surat ar-Ruum ayat 41“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang benar” Departemen Agama RI, Al Quran Dan Terjemahnya, Edisi Baru Revisi Terjemah 1989, Semarang Toha Putra, 1989, hlm. 647. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 26Firman Allah dalam surat as-Syuura ayat 30 “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendlri, dan Allah memaafkan sebagian besar darl kesalahan-kesalahanmu”.6Lebih lanjut rman Allah pada surat aI-Baqarah ayat 195 “Dan belanjakanlah harta bendamu dijalan Allah, danjanganlah kamu menjatuhkan dirimu sendlri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuatbaik”.7 Al- Baqarah Ayat 60 Dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berrman “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Makan dan minumlah rezki yang diberikan Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat di atas dengan tegas menyatakan bahwa Allah telah memberikan kepada umat manusia segala apa yang ada dilangit dan di bumi. Dalam ayat ini terkandung maksud bahwa Allah telah memberikan segala bentuk kenikmatan 6 Ibid, hlm. Ibid, hlm. 47. Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis27yang dapat diperoleh seluruh manusia, hanya saja manusia harus bertanggung jawab terhadap semua nikmat yang telah diberikan Allah. Tanggung jawab itu merupakan bentuk syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah. Barang siapa yang mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah, maka Allah akan menambahkan nikmat kepada hamba tersebut, dan sebaliknya, barang siapa yang mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah, yaitu tidak bertanggung terhadap nikmat yang telah diberikan maka mereka termasuk golongan orang-orang yang merugi dan akan mendapat Membangun Kesadaran Pendidikan dalam Melestarikan Lingkungan HidupDi dalam mengatasi masalah-masalah lingkungan, diperlukan adanya suatu kesadaran atau kepedulian akan pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan terutama sekali hubungannya dengan kehidupan manusiaa yang bersifat sentral. Artinya manusia memegang peranan yang sangat urgen dalam mengelola lingkungan bahkan juga yang mendatangkan adanya kerusakan kesadaran lingkungan secara mendasar merupakan suatu ciri dan perbedaan antara manusia dari makhluk lain sesama makhluk hidup. Oleh karena itu manusialah yang sangat dominan dalam mengatasi masalah-masalah lingkungan, dan hal ini tergantung pada kepedulian dan kesadaran manusia dalam memahami sebagai bagian dari masalah kejiwaan erat kaitannya dengan aspek-aspek kejiwaan, oleh karena itu ”kesadaran mempunyai dua komponen pokok, yaitu fungsi jiwa dan sikap jiwa, yang masing-masing mempunyai peranan penting dalam orientasi manusia dalam Fungsi jiwa merupakan aktitas kejiwaan yang tiada berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda. Fungsi jiwa meliputi kiran, perasaan, penginderaan dan intusi. Sedangkan sikap jiwa adalah arah dari energi psikis umum yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap jiwa melahirkan adanya sikap jiwa dan mereeksikan adanya perbuatan manusia dalam menanggapi sesuatu. Dengan demikian, kesadaran 8 Sumardi Suryabrata, Psikologi Kepribadian, Jakarta Rajawali, 1983, hlm. 189. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 28menimbulkan perbuatan manusia, atau dengan kata lain perbuatan merupakan indikasi kesadaran. Jadi dapat dikatakan bahwa ”kesadaran merupakan tanggapan seseorang terhadap sesuatu di luar diri dan dunia atau kesadaran dan kepedulian lingkungan secara esensial dapat difahami sebagai suatu prasyarat untuk mengembangkan lingkungan hidup sesuai dengan keberadaaan lingkungan itu. Pengembangan lingkungan tanpa adanya kesadaran lingkungan tidak akan mencapai sasarannya, sebab pengambangan lingkungan itu lebih tepat jika dilaksanakan berdasarkan pemahaman tentang lingkungan secara konkrit. Artinya pengelola harus mengetahui eksistensi lingkungan hidup itu yang sebenarnya. Oleh karena itu kesadaran lingkungan itu dapat juga dimaknai sebagai kemampuan atas dasar keilmuan yang diperoleh melalui proses pendidikan sesuai dengan kajian biologi dan ekologi, serta adanya pengaruh pendidikan secara umum meliputi agama dan ilmu Secara mendasar manusia telah memiliki potensi atau pengetahuan tentang lingkungan sebagai modal awal manusia mengenal lingkunganya. Allah swt, telah menciptakan alam dan isinya dengan tujuan agar manusia memahami dan mengolahnya. Lebih jauh Allah telah mengajarkan dan memperkenalkan alam sekitarnya kepada Adam Dengan jalan itu manusia pada akhirnya memiliki kemampuan akan Atas dasar ajaran itu berarti manusia secara kodrati trahnya adalah berpengetahuan dan telah mengenal dari konsep dasar di atas dapat dipersepsikan bahwa manusia telah memiliki dasar-dasar tentang kesadaran lingkungan bagi diri manusia yang dengan sendirinya akan muncul. Hanya persoalannya manusia memiliki dua hal yang bertolak belakang antara mengenal dan tidak mengenal lingkungannya. Sedangkan nafsu condong selalu bertentangan dengan lingkungannya. Oleh karena itu diperlukan faktor-faktor dari luar yang ikut mempengaruhi berkembangnya kesadaran lingkungan sehingga pada akhirnya 9 Ludy T. Benyamin, Jr, J. Roy Hophins, dan Jack R Nation, Psychology, New York Mac Millan Publishing, 1987, hlm. 128. 10 Ibid, hlm. 31. 11 al-Baqaroh 31-33. Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis29kesadaran mengenal lingkungan lebih memiliki daya dukung dari pada tidak mengenal lingkungan. Dengan demikian kesadaran lingkungan terus tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu teknik menumbuhkan kesadaran perlu diupayakan. Di dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan ada faktor-faktor yang mempengaruhi. Kesadaran lingkungan merupakan syarat mutlak bagi pengembangan lingkungan secara efektif. Artinya tanpa adanya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup bagi manusia tentu pengembangan lingkungan ke arah yang bermanfaat tidak akan tercapai. Di dalam pasal Undang-undang Lingkungan Hidup Pasal 9 berbunyi ”Pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggung jawabnya dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui penyuluhan, bimbingan, pendidikan dan penelitian tentang lingkungan di atas memberikan indikasi bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan merupakan suatu kewajiban bagi seluruh bangsa guna mensukseskan pembangunan yang berwawasan lingkungan dalam arti pembangunan itu searah dengan eksistensi lingkungan hidup. Sarana yang digunakan melalui penyuluhan, bimbingan pendidikan dan penelitian yang dapat dilakukan oleh lembaga-lembaga yang kompeten di bidangnya. Dalam hal ini dapat difokuskan pada seluruh kekuatan baik dinas, instansi terkait yang ditangani oleh pemerintah maupun melibatkan secara langsung masyarakat dalam menata dirinya sebagai faktor-faktor yang dominan dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan. Lebih jauh faktor-faktor yang kuat dalam mempengaruhi perkembangan kesadaran lingkungan dapat diklasikasikan sebagai berikut13a. Faktor EksternalFaktor eksternal dapat diartikan sebagai kekuatan yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Faktor-faktor dari luar itu berbentuk kegiatan 12 Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup Bab III, Pasal 913 M. Bahri Ghazali, Lingkungan Hidup dalam Pemahaman Islam dalam Masyarakat Kasus Pondok Pesantren An-Nuqayah dalam Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan di Guluk-Guluk Sumenep Madura, Disertasi , Yogyakarta Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga, 1995, hlm. 33-35. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 30bimbingan, penyuluhan, pendidikan dan penelitan tentang lingkungan hidup, atau gerakan pengelolaan lingkungan hidup yang dipelopori oleh lembaga Faktor InternalBatasan tentang faktor internal dapat difahami dalam dua pengertian yakni sebagai faktor yang muncul dari diri sendiri manusia secara individu. Dis isi lain dapat juga sebagai sesuatu kekuatan yang timbul dan berkembang dari masyarakat itu sendiri. Artinya adanya inspirasi untuk memahami diri sendiri dan atas dasar itu timbul suatu gagasan yang pada akhirnya terbentuk suatu upaya pemecahan masalahnya sendiri, dalam hal ini masyarakat sebagai kelompok sosial manusia secara kolektif. Jadi ide sebagai kekuatan itu merupakan faktor internal yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Lebih jauh faktor internal yang berasal dari diri manusia atau masyarakat pada hakekatnya merupakan kekuatan atau daya yang bersifat non-formal dan informal yang tercipta tanpa adanya hal-hal yang berbentuk formal, terencana, terprogram dan terorganisasi. Kekuatan non-formal dan informal dapat saja berbentuk lembaga swadaya masyarakat, lembaga pendidikan yang secara langsung ikut terlibat dalam pembentukan bimbingan, penyuluhan, penelitian dan pendidikan tentang lingkungan hidup. Menurut Koesnadi Hardjasoemantri wujudnya adalah1. Memperansertakan lembaga formal, non formal dan informal dalam memberikan pengertian tentang lingkungan Melibatkan kelompok-kelompok masyarakat yang terdiri dari pemimpin agama, wanita, pemuda, wartawan dan organisasi masyarakat lainnya yang bergerak di bidang menumbuhkan kesadaran lingkungan hidup Bahri Ghazali mengungkapkan bahwa sarana yang bisa digunakan adalah mulai dari 14 Koesnadi Harjasoemantri, “Pokok-pokok Masalah Lingkungan”, dalam Siti Zawimah dan Nasruddin Harahap, Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup Di Mana Visi Islam ? Yogyakarta P3M, IAIN Sunan Kalijaga, 1990, hlm. 8. Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis31pendidikan keluarga, masyarakat dan sekolah formal dan Maizer juga mengungkapkan ”apabila kita akan membangun kembali lingkungan hidup sudah seharusnyalah apabila mengkaitkan masalah-masalah lingkungan dengan sistem pendidikan secara lebih mendasar, karena pendidikan merupakan dasar pembentukan sikap pandang manusia”16Yusuf al-Qaradhawi seorang ulama besar menjelaskan bahwa pada intinya persoalan lingkungan hidup adalah persoalan moral, keadilan, kebaikan, kasih-sayang, keramahan, dan sikap tidak Oleh karena itu Yusuf al-Qaradhawi mengungkapkan bahwa strategi dalam memelihara lingkungan hidup melalui penanaman kesadaran etis terhadap lingkungan salah satunya melalui jalur pendidikan dan pengajaran. Menurutnya strategi dalam memelihara lingkungan itu diarahkan kepada para generasi muda dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga Pendidikan lingkungan hidup diperlukan pada jaman sekarang, khususnya ditujukan bagi generasi muda yang dilahirkan dalam lingkungan hidup yang terancam, dimana kerusakan alam sudah merupakan fenomena sehari-hari, suatu realita yang jamak, yang bisa kita temukan KesimpulanPemeliharaan lingkungan bukanlah sekedar estetika keindahan semata namun lebih pada implementasi tujuan diberlakukannya nilai-nilai ajaran Islam. Yusuf Qardhawi menjelaskan bahwa pemeliharaan lingkungan termasuk dalam tujuan pemberlakuan syariah agama maqashid al-syariah sebagaimana konsepsi Imam Al Syatibi berkaitan tujuan pemberlakuan syariat Islam, yaitu hifdzhun al- nafs, hifdhu al-aql, hifdzu al-mal, hifzu al-nasl, dan hifdzu a-ldin. Pemahaman yang bisa dicapai adalah pemeliharaan lingkungan merupakan penjagaan dan realisasi dari kelima tujuan syariat tersebut. Oleh karena itu, 15 M. Bahri Ghazali, Lingkungan Hidup dalam Pemahaman Islam..., hlm. Maizer SN, “Peranan Pesantren dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan dan Peningkatan Kepedulian Masyarakat Studi Kasus di Pondok Pesantren Pabelan”, Jurnal Penelitian Agama Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Agama , Nomor 7, . III Mei – Agustus, 1994, hlm. Yusuf Al-Qardhawi, ri’ayatul al-baiatu syari’ati al-Islami, Terj. Abdullah Hakam Syah, Islam Agama Ramah Lingkungan, Jakarta Pustaka Al-Kautsar, 2002, hlm. 412. 18 Ibid, hlm. 369. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 32apabila ada manusia yang berbuat kerusakan atau merusak lingkungan, maka dianggap telah melanggar syariat mengenai pemeliharaan lingkungan hidup dengan teks larangan memotong pohon sidrah harus dipahami secara kontekstual. Artinya hadis tersebut harus dimaknai larangan memotong pohon-pohon illegal logging secara brutal. Kemudian hadis tersebut juga harus diberlakukan secara umum mengingat konteks kebutuhan akan pelestarian lingkungan yang berada di seluruh alam, bukan hanya di tanah haram Makkah dan Madinah saja. Dari perspektif historis asbabul wurud, hadis tersebut tidak menunjukkan adanya sebab khusus larangan Nabi. Bahkan menurut ahli bahasa nahwu penyebutan kata sidrah dikatakan berlaku umum tersebut memang penggunaan kata tersebut berupa kata nakirah umum bukan ma’rifat khusus.Derajat hadis tersebut menurut ulama ahli hadis adalah marfu’, muttashil dan sanadnya shahih sehingga sehingga bisa digunakan sebagai hujjah dalam penetapan hukum dala Islam. Kemudian hadis tersebut hanya terdapat dalam riwayat imam Bukhari dan tidak ditemukan di kitab-kitab hadis lain. Namun terdapat hadis-hadis lain yang menyuruh umat manusia untuk memelihara dan larangan menyia-nyiakan lahan. Kemudian apabila dikomparasikan dengan dalil al-Quran maupun keterangan, banyak ditemukan dalil al-Quran yang menjelaskan tentang larangan merusak lingkungan seperti yang dijelaskan pada surat ar- surat Ruum ayat 41, surat as-Syuura ayat 30, aI-Baqarah ayat 69 dan ayat membangun kesadaran lingkunngan seharusnya dilakukan melalui pendidikan, pelatihan pembinaan, dan penanaman nilai-nilai ajaran Islam, yang bersumber dari dalil-dalil al-Quran dan al-Hadis. Kemudian upaya membangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup tersebut juga harus dilakukan secara terus menerus sehingga membentuk karakter bagi setiap individu untuk yang selanjutnya membentuk kesadaran intrinsik bagi setiap individu dalam menyikapi fenomena lingkungan hidup. Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis33DAFTAR PUSTAKAAbu Daud, Al-Imam Al-Hazh Abu Sulaiman Al-Asy’ats Al-Sijistani. Sunan Abu Dāwud. Juz 1 tahqiq Muhammad Abdul Aziz Al-Khalidi. Dar al-Kutub Al-Ilmiyyah.. Beirut. Kitab al-Adab Bab Qith’ Yae, Menggagas Fiqh Sosial dari Soal Lingkungan Hidup, Asuransi Hingga Ukhuwah, Bandung Mizan, Muhtarom, Pembinaan Lingkungan Hidup di Pondok Pesantren Al_mansur Darunnajah 3 Banten, dalam Jurnal Ibda’ LK2AI dan STAIN Purwokerto, Ghazali, Lingkungan Hidup dalam Pemahaman Islam dalam Masyarakat Kasus Pondok Pesantren An-Nuqayah dalam Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan di Guluk-Guluk Sumenep Madura, Disertasi , Yogyakarta Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga, Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indoensia, Jakarta Balai Pustaka, Agama RI, Al Quran Dan Terjemahnya, Edisi Baru Revisi Terjemah, Semarang Toha Putra, www. M. Husein, Lingkungan Hidup Masalah, Pengelolaan dan Penegakan Hukumnyahttp//muhammadiyahgoesgreen. Harjasoemantri, “Pokok-pokok Masalah Lingkungan”, dalam Siti Zawimah dan Nasruddin Harahap, Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup Di Mana Visi Islam ?, Yogyakarta P3M, IAIN Sunan Kalijaga, T. Benyamin, Jr, J. Roy Hophins, dan Jack R Nation, Psychology, New York Mac Millan Publishing, SN, “Peranan Pesantren dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan dan An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 34Peningkatan Kepedulian Masyarakat Studi Kasus di Pondok Pesantren Pabelan”, Jurnal Penelitian Agama Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Agama , Nomor 7, . III Mei – Agustus, Abduh, Waryono, Spiritualitas Lingkungan Hiup dan Ekonomi Industri, Yogyakarta CRSD. NHT. Siahaan, Ekologi Pembangunan dan Hukum Tata Lingkungan, Jakarta Erlangga, H. Strahm, Warum Sie So Arm Sind, Terj. Budy Bagindo,dkk, Kemiskinan Dunia Ketiga Menelaah Kegagalan Pembangunan di Negara Berkembang, Jakarta Pustaka Cidesindo, 1999. Sumardi Suryabrata, Psikologi Kepribadian, Jakart Rajawali, Pemahaman Kontekstual Hadis-Hadis Lingkungan Hidup, Yogyakarta Teras, Nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup Bab III, Pasal 9Yusuf Al-Qardhawi, ri’ayatul al-baiatu syari’ati al-Islami, Terj. Abdullah Hakam Syah, Islam Agama Ramah Lingkungan, Jakarta Pustaka Al-Kautsar, ... Saya jelaskan bahwa istilah pendidikan sudah mengandung unsur pengetahuan 'ilm, pengajaran ta' līm dan pengembangan yang baik tarbiyah. Muhtarom, 2016. Kedua, kata tadeeb, secara konseptual sudah mengandung unsur ilmu yang benar, pendidikan, dan pendidikan. ...Tamjidnoor TamjidnoorPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan Islam dalam perspektif hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hadis dalam konteks pendidikan Islam sangat penting untuk dikaji dan dianalisis sebagai pemahaman konsep pendidikan. Tulisan ini mencoba melihat pendidikan Islam melalui perspektif hadits, dimana hadits menjadi sumber kedua setelah Al-Qur'an yang merupakan sumber utama dan terpenting Islam. Pengertian hadits pendidikan menjelaskan tentang kandungan hadits-hadits yang berkaitan dengan pendidikan Islam merupakan hal yang sangat urgen untuk diketahui dan dijadikan acuan dalam dunia pendidikan, terkhusus pendidikan Islam. Banyak hal atau topik hadits yang berbicara tentang pendidikan Islam; tujuan pendidikan Islam; pendidik; peserta didik; dan hal-hal yang berkaitan dengan proses pendidikan baik metode pendidikan maupun materi Lingkungan Hidup di Pondok Pesantren Al_ mansur Darunnajah 3 Banten, dalam Jurnal Ibda' LK2AI dan STAIN PurwokertoAli MuhtaromAli Muhtarom, Pembinaan Lingkungan Hidup di Pondok Pesantren Al_ mansur Darunnajah 3 Banten, dalam Jurnal Ibda' LK2AI dan STAIN Purwokerto, LudyBenyaminJ Roy JrHophinsLudy T. Benyamin, Jr, J. Roy Hophins, dan Jack R Nation, Psychology, New York Mac Millan Publishing, Pesantren dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan dan Peningkatan Kepedulian Masyarakat Studi Kasus di Pondok Pesantren PabelanS N MaizerMaizer SN, "Peranan Pesantren dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan dan Peningkatan Kepedulian Masyarakat Studi Kasus di Pondok Pesantren Pabelan", Jurnal Penelitian Agama Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Agama, Nomor 7, Th. III Mei -Agustus, Sie So Arm Sind, Terj. Budy Bagindo,dkk, Kemiskinan Dunia Ketiga Menelaah Kegagalan Pembangunan di Negara BerkembangRudolf H StrahmRudolf H. Strahm, Warum Sie So Arm Sind, Terj. Budy Bagindo,dkk, Kemiskinan Dunia Ketiga Menelaah Kegagalan Pembangunan di Negara Berkembang, Jakarta Pustaka Cidesindo, 1999.
Sesungguhnyayang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). 6. Hadist Nabi: Artinya : "mencari ilmu adalah diwajibkan bagi setiap muslim laki-laki dan wanita dari mulai lahir sampai ke liang lahat.". 7. Hadist Nabi : Artinya :"Carilah ilmu walupun ke negri cina.". 8.
BAB I PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran penting pada era sekarang ini. Karena tanpa melalui pendidikan proses transformasi dan aktualisasi pengetahuan modern sulit untuk diwujudkan. Lingkungan yang nyaman dan mendukung terselenggaranya suatu pendidikan amat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Dalam literatur pendidikan, lingkungan biasanya disamakan dengan institusi atau lembaga pendidikan. Meskipun kajian ini tidak dijelaskan dalam al-Qur’an secara eksplisit, akan tetapi terdapat beberapa isyarat yang menunjukkan adanya lingkungan pendidikan tersebut. Oleh karenanya, dalam kajian pendidikan Islam pun, lingkungan pendidikan mendapat perhatian. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut 1 Apa saja hadits yang menerangkan tentang lingkungan pendidikan? 2 Bagaimana kandungan hadits yang menerangkan tentang lingkungan pendidikan? Adapun tujuannya sebagai berikut 1 Untuk mengetahui hadits yang menerangkan tentang lingkungan pendidikan. 2 Untuk mengetahui kandungan hadits yang menerangkan tentang lingkungan pendidikan. BAB II PEMBAHASAN A. Hadits yang Menerangkan Tentang Lingkungan Pendidikan Lingkuangan adalah segala sesuatu yang berada disekitar manusia peserta didik. Pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Secara umum lingkungan pendidikan dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Jadi, lingkungan juga memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan peserta didik, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, pengaruh lingkungan teman. 1. Lingkungan Keluarga عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مَوْ لُوْ دٍ إِلَّا يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَ بَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَا نِهِ كَمَ تُنْتَجُ الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّوْ نَ فِيْهَا مِنْ جَدْ عَاءَ ثُمَّ يَقُوْلُ أَبُوْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِطْرَةَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَالنَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ ذَلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ متفق عليه Artinya Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw. Bersabda ”Tidak ada dari seorang anak Adam melainkan dilahirkan atas fitrah islam, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya beragama Yahudi atau beragama Nasrani atau beragama Majusi. Bagaikan seekor binatang yang melahirkan seekor anak. Bagaimana pendapatmu, apakah didapati kekurangan? Kemudian Abu Hurairah membaca firman Allah ar-Rum 30. Tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah agama Allah. HR. Muttafaq Alaih 2. Lingkungan Masyarakat عن أبي سعيد الخدري – رضي الله عنه - ، قال سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم - ، يقول من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه ، وذلك أضعف الإيمان – رواه مسلم Artinya Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudry ra., beliau berkata “saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda “baramg siapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman. Muslim. 3. Pengaruh Lingkungan Teman Sehubungan dengan pengaruh lingkungan teman, hadisnya yakni وَ عَنْ أَ بِيْ مُوْ سَى ا لأَ شْعَرِى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّا لِحِ وَجَلِيْسِ السُّوْءِ كَحَا مِلِ الْمِسْكِ وَنَا فِخِ الْكِيْرِ, فَحَا مِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِ يَكَ, وَإِمَّا أَنْ تَبْتَا عَ مِنْهُ, وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً. وَ نَا فِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَا بَكَ, وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً. متفق عليه Artinya Dari Abu Musa Al-Asy’ari bahwasanya Nabi SAW bersabda “Sesungguhnya perumpamaan bergaul dengan teman shalih dan teman nakal adalah seperti berteman dengan pembawa minyak kesturi dan peniup api. Pembawa minyak kesturi itu adakalanya memberi minyak kepadamu atau adakalanya kamu membeli daripadanya dan adakalanya kamu mendapatkan bau harum darinya. Dan peniup api itu adakalanya ia membakar kain bajumu dan adakalanya kamu mendapatkan bau busuk daripadanya.” HR. Muttafaq Alaih. B. Kandungan Hadits yang Menerangkan Tentang Lingkungan Pendidikan Kata abawah yang berarti kedua orangtua. Kata yuhawwidanih, yunashshiranih dan yumajjusanih berarti kedua orangtua mengajar dan menggiringnya menjadi Yahudi, Nasrani ataupun Majusi. dengan demikian, terlihatlah betapa pentingnya peran keluarga atau orangtua dalam perkembangan anak.[1] Hadis diatas menjelaskan tentang status fitrah setiap anak, bahwa statusnya bersih, suci dan islam baik anak seorang muslim ataupun orang non muslim. Kemudian orang tuanyalah yang memelihara dan memperkuat keislamannya atau bahkan mengubah menjadi tidak muslim, seperti Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Hadis ini memperkuat bahwa pengaruh orang tua sangat dominan dalam membentuk kepribadian seorang dibandingkan dengan factor-faktor pengaruh pendidikan lain. Kedua orang tua mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik anaknya. [2] Kesempurnaan fitrah dalam hadis sudah jelas baik fisik maupun non fisik. Dari segi fisik sudah ada ketentuan ciptaan dari Allah Swt. Apakah dari segi jenis kelamin, bentuk fisik, tinggi pendek, dan warna kulit. Jadi, Fitrah sangat memerlukan bantuan dan bimbingan pendidikan orang tua, orang dewasa, guru, pendidik dan pengajar dengan sadar bahkan lingkungan yang mendukung, karena tidak mungkin anak yang baru dilahirkan mengenal agama dengan sendirinya.[3] Tujuan akhlak dalam islam ialah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat bagi individu dan kebaikan bagi masyarakat. Masyarakat dalam konteks penyelenggaraan pendidikan itu sendiri besar sekali perannya. Bagaimanapun kemajuanan keberadaan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh peran serta masyarakat yang ada. Berikut ini adalah beberapa peran dari masyarakat terhadap pendidikan sekolah a Masyarkat berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah. b Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat. c Masyarakatlah juga ikut menyediakan tempat pendidikan seperti perpustakaan, sekolah, kebun binatang dan sebagainya. d Masyarakat sebagai sumber pelajaran atau laboratorium tempat belajar. Disamping buku-buku pelajaran, masyarakat memberi bahan pelajaran yang banyak sekali, antara lain seperti aspek alami industri, perumahan, transportasi, perkebunan, petambangan dan sebagainya. 3. Pengaruh Lingkungan Teman Dalam hadis diatas diungkapkan dengan kata al-Jalis artinya teman duduk dimaksudkan bukan teman dalam duduk saja tetapi dalam segala hal, baik teman duduk maupun berdiri, teman se-iya atau sekata atau teman akrab. Sebagian ulama mengartikan kata”al-Jalis” dengan teman mujalasah duduk berbincang-bincang. Ada tiga kemungkinan jika kita berteman dengan pembawa minyak misik atau minyak kesturi. Pertama, “pembawa minyak itu adakalanya memberi minyak kepadamu” maknanya, dengan berteman sama orang shaleh kita akan mendapat pemberian rahmat atau manfaat dari Allah SWT dan mendapat contoh serta keteladanan yang baik dari orang saleh itu. Kedua, “Atau adakalanya kamu membeli daripadanya” maknanya, teman saleh itu mengajarkan kebaikan, selalu memberi nasehat, arahan, bimbingan, dan pembinaan juga selalu mengajak kebaikan dan mencegah kejahatan, apabila melihat sesuatu yang tidak benar pada temannya diluruskan dan apa bila melihat temannya sedang menghadapi kesulitan dibantu dan sebagainya. Ketiga, “Dan adakalanya kamu mendapatkan bau harum darinya” maknanya, seseorang yang berteman dengan orang saleh, citranya terangkat menjadi harum atau terbawa harum sebab seseorang yang bersahabat dengan orang yang saleh dinilai baik atau saleh oleh masyarakat sekitarnya dan dihormati sebagaimana layaknya orang saleh. Menurut Muhammad Utsman Najati, selain orangtua, teman, atau orang yang terdekat juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembanga prilaku anak, terutama pada masa remaja. Teman sangat berarti bagi setiap manusia juga sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Ada yang buruk berubah menjadi baik setelah berteman dengan orang baik. Sebaliknya, tidak sedikit pula orang yang pada awalnya baik kemudian berubah menjadi buruk setelah bergaul denga teman yang buruk. [4] Ada dua persamaan sifat antara teman buruk dengan peniup api yaitu pertama, “Dan peniup api itu adakalanya ia membakar kain bajumu” maknanya, orang yang bersahabat dengan teman nakal akan terbakar kepribadiannya dan rusak akhlaknya. Banyak orang yang semula baik kepribadiannya, tetapi kemudian rusak karena pergaulan dengan teman yang tidak baik. Kedua, “Dan adakalanya kamu mendapatkan bau busuk daripadanya” adakalanya citra seseorang yang berteman dengan teman yang nakal menjadi busuk dan hancur. Demikian juga status sosialnya, orang itu dinilai rendah tidak berharga di tengah-tengah masyarakat sekalipun sebenarnya dia orang baik. BAB III PENUTUP Dari semua uraian yang telah dibahas diatas, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut 1 Lingkungan pendidikan dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Lingkungan juga memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan peserta didik, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan pengaruh lingkungan teman. 2 Status fitrah setiap anak, bahwa statusnya bersih, suci dan islam baik anak seorang muslim ataupun orang non muslim. Kemudian orang tuanyalah yang memelihara dan memperkuat keislamannya atau bahkan mengubah menjadi tidak muslim, seperti Yahudi, Nasrani, dan Majusi. 3 Dengan adanya dinamika yang terjadi dalam masyarakat, maka dibutuhkan kepedulian terhadap berbagai aspek yang ada dalam masyarakat. Hal itu merupakan tanggung jawab seorang individu dalam masyarakat di mana dia berada. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai anggota masyarakat, beberapa pihak harus berupaya secara maksimal sesuai dengan kemampuannya. 4 Teman sangat berarti bagi setiap manusia juga sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Ada yang buruk berubah menjadi baik setelah berteman dengan orang baik. Sebaliknya, tidak sedikit pula orang yang pada awalnya baik kemudian berubah menjadi buruk setelah bergaul denga teman yang buruk. Makalah ini dibuat supaya para pembaca banyak mengetahui lingkungan pendidikan yang sebenarnya. Sehingga, makalah ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan dapat bermanfaat bagi kita semua amiin. DAFTAR PUSTAKA Bukhari, Umar. 2014, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, Jakarta Amrah. Majid Khon, Abdul. 2012, Hadis Tarbawi, Jakarta Kencana Prenada Media Grup. [1] Bukhari Umar, 2014, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, Jakarta Amrah, Hal. 169. [2] Abdul Majid Khon, 2012, Hadis Tarbawi, Jakarta Kencana Prenada Media Grup, Hal. 68 [4] Bukhari Umar, Loc. cit, Hal. 171-172
Dalamhal ini, hadis-hadis tentang tujuan pendidikan yang mengandung kata ilmu, diolah, dianalisis dan diinterpretasikan sehingga diperoleh natijah sebagai bentuk relevansi hadis dengan nilai-nilai pendidikan Islam, khususnya yang terkait dengan tujuan pendidikan Islam. III. Hasil dan Pembahasan A. Temuan penelitian 1. Hadits 1 ِ
HADITS TENTANG LINGKUNGAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Di sisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal sekolah saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan berlangsung dalam tripusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Jika dikaitkan dengan lingkungan pendidikan dalam perspektif islam, maka ada beberapa konsep yang dilahirkan baik itu dari Al-qur'an, Hadits, maupun dari para cendekiawan muslim. Dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai Hadist tentang lingkungan pendidikan lingkungan keluarga dan masyarakat. A. LINGKUNGAN PENDIDIKAN KELUARGA b. Hadits yang Berkaitan dengan Lingkungan Pendidikan Keluarga Diantara hadits yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan keluarga adalah sebagai berikut 1. Orang tua sangat menentukan arah perilaku anak قَالَ النَّبِيُّ صَلَّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْيُنَصِّرَانِهِ أَوْيُمَجِّسَانِه Artinya “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Namun, kedua orang tuanya mungkin dapat menjadikannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi”. HR. Bukhori dan Muslim Anak merupakan karunia sekaligus ujian bagi bagi manusia. Anak merupakan amanah yang menjadi tanggung jawab orang tuanya. Ketika pertama kali dilahirkan ke dunia, seorang anak dalam keadaan fitrah dan berhati suci lagi bersih. Lalu kedua orang tuanyalah yang memegang peranan penting pada perkembangan berikutnya, apakah keduanya akan mempertahankan fitrah dan kesucian hatinya ataukah malah merusak dan mengotorinya. Seorang anak ibarat adonan yang siap dibentuk sesuka orang yang memegangnya, atau ibarat kertas putih bersih yang siap untuk dituliskan apapun diatasnya. Jika kedua orang tuanya membiasakannya pada kebaikan, maka dia akan tumbuh menjadi anak yang baik. Sebaliknya jika keduannya membiasakannya pada keburukan, maka diapun akan tumbuh menjadi buruk pula. 2. Azan dan iqamah saat anak baru lahir حَدَثَنَا مُسَدَّدٌ يَحْيَ عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَثَنِيْ عَاصِمُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ عَنْ عُبَيْدِاللهِ بْنِ اَبِيْ رَافِعِ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ أَذَّنَ فِيْ اُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ Artinya “Musaddad telah menyampaikan suatu hadits kepada kami, Musaddad berkata Yahya telah menyampaikan hadits tersebut kepada kami dari Sufyan, Sufyan berkata Ashim bin Ubaidillah menyampaikan hadits kepadaku dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari bapaknya, dia Abi Rafi’ berkata “Saya telah melihat Rasulullah SAW mengumandangkan azan pada telinga Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya, dengan azan shalat”. HR. Abu Dawud Kalimat azan yang dibisikkan kepada bayi yang baru lahir merupakan Pendidikan yang berupa pengenalan pertama tentang agama. Kalimat-kalimat tersebut mencerminkan dasar-dasar agama islam yaitu berupa pengenalan akan adanya Allah yang Maha Besar yang tidak ada tuhan melainkan Dia. 3. Melatih untuk beribadah حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيْسَى يَعْنِي ابْنَ الطَّبَّاعِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا الصّبِيَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيهَا Artinya “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa bin Ali bin Abi Thalib-Thabba’ telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Saad dari Abdul Malik bin Ar-Rabi’ bin Sabrah dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata Nabi SAW bersabda “Perintahkanlah anak kecil untuk melaksanakan shalat apabila telah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakanya”. HR. Abu Dawud Sejak dini, seorang anak sudah harus dilatih ibadah. Diperintah untuk melakukannya dan diajarkan hal-hal yang halal serta yang haram. Orang tua mempunyai tanggung jawab agar anak-anak dan keluarganya bebas dari siksa api neraka. Untuk membebaskan anak dan keluarganya dari siksa api neraka maka hendaklah memberikan Pendidikan dan pengajaran di dunia sebagaimana mestinya. Pendidikan dan pengajaran yang diberikan harus disesuaikan dengan proses pertumbuhan jiwa seseorang dalam mencapai kedewasaan. Dalam hadits ini menunjukkan diperbolehkannya memukul anak untuk mendidik anak jika mereka melakukan perbuatan yang melanggar syariat, jika anak tersebut telah mencapai usia bisa menerima pukulan dan mengambil pelajaran darinya. Hal ini biasanya terjadi di usia sepuluh tahun, dengan syarat pukulan tersebut tidak terlalu keras dan tidak pada wajahnya. B. LINGKUNGAN PENDIDIKAN MASYARAKAT a. Hadits yang Berkaitan dengan Lingkungan Pendidikan Masyarakat Diantara hadits yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan masyarakat adalah sebagai berikut 1. Hadits tentang menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ, كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ, يَعْدِلُ بَينَ الاِثْنَينِ صَدَقَةٌ, وَيُعِيْنُ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا, أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ, وَالكَلِمَةٌ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ, وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ, وَيُمِيطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ Artinya “Setiap ruas tulang pada manusia wajib atasnya shodaqoh untuknya pada setiap hari matahari terbit, seseorang yang mendamaikan antara dua orang yang bertikai adalah shadaqoh, menolong seseorang untuk menaiki hewan tunggangannya lalu mengangkat barang-barangnya ke atas hewan tunggangannya adalah shodaqoh, ucapan yang baik adalah shodaqoh, setiap langkah yang dijalankan menuju sholat adalah shodaqoh, dan menyingkirkan sesuatu yang bisa menyakiti atau menghalangi orang dari jalan adalah shodaqoh”. HR. Bukhori Hadits tersebut menunjukkan bahwa dalam islam, sekecil apapun perbuatan baik akan mendapat balasan dan memiliki kedudukan sebagai salah satu pendukung akan kesempurnaan keimanan seseorang. 2. Hadits tentang larangan berburuk sangka عَنْ أَبي هُرَيرَةَ, عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيثِ Artinya “Dari Abu Hurairah Nabi bersabda Jauhilah oleh kalian berprasangka kecurigaan, karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan”. HR. Bukhari dan Muslim Dalam hadits tersebut, diperintahkan untuk tetap memelihara persaudaraan dengan menjahui berburuk sangka kepada orang lain. 3. Hadits tentang larangan ghibah/menggunjing عَنْ أبِي هُرَيرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عليهِ وسلّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفْرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ Artinya “Tahukah kamu apa itu menggunjing? Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Rasul berkata kamu menyebutkan apa yang tidak disukai saudaramu. Ada yang bertanya “bagaimana jika yang ku katakan ada pada saudaraku itu?”. Rasul menjawab jika apa yang kamu katakana itu ada pada saudaramu, berarti kamu telah ghibah dan jika tidak ada pada dirinya maka kamu sungguh telah berbuat dusta terhadapnya”. HR. Muslim Dalam hadits tersebut diperintahkan untuk menjauhi perbuatan ghibah, karena perbuatan ghibah dapat menimbulkan adu domba kepada orang lain. b. Implementasi hadis tentang lingkungan pendidikan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa hadis diatas kita dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu melalui dengan cara berperilaku dimasyarakat. Sebagai contoh tiga hadis yang ada pada lingkungan pendidikan yang diajarkan oleh keluarga, disitu kita dapat mengetahui bahwa kita lahir dalam keadaan yang fitrah, yaitu beragama islam dan juga suci, hal ini dapat kita lihat, ketika kita baru lahir seorang anak diadzankan oleh orang tuanya hal ini untuk menunjukan bahwa kita mempercayai adanya keagngan Allah SWT, sebagai maha pencipta dan tuhan yang harus kita sembah. Setelah mempercayai adanya Allah, kita dapat melihat dengan penerapan shalat sebagai wujud kita taat kepada Allah. Seorang kedua orang tua boleh memukul anaknya yang berusia 7 tahun ketika ia tidak melakukan shalat, memukul bukan bentuk kekerasan kepada anak, melainkan cara mendidik yang benar oleh kedua orang tua dalam bentuk kebaikan. Pendidikan kedua orang tua sangat berpengaruh pada kepribadian seorang anak untuk kedepannya. Implementasi selanjutnya dapat kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat yaitu dengan cara melakukan kebaikan sekecil apapun kita hidup kita akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Manusia hidup harus melakukan shodaqoh, disini shodaqoh berfungsi sebagai pembersihan harta untuk diri seseorang sebagi wujud kesempurnaan keimanan seseorang. Selain shodaqoh sebagai wujud kesempuranaan keimanan seseorang, kita harus meyakini bahwa kita diciptakan oleh Allah SWT, kita harus berbaik sangka kepadan-Nya, semisal kita memiliki keinan tetpai Allah berkehandak lain diluar ekspetasi kita, kita harus meyakini bahwa segala sesuatu atas kehendak Allah SWT, selain itu, dalam kehidupan bermasyarakat kita dilarang untuk mengghibah/menggunjing, dikarenakan dosa ghibah lebih besar daripada dosa zina. Orang yang ghibah//menggunjing seseorang sama dengan kita mencela Allah SWT, Kita diciptakan didunia dalam bentuk dan keadaan yang sama hanya saja, yang membedakan adalah tingkat krimanan dan ketakwaan kita.
Pendidikandalam Islam tidak terlepas dari sumber pokok ajaran, yaitu alquran (termasuk hadits, ijtihad). Alquran sebagai tuntunan dan pedoman telah memberikan garis-garis besar, prinsip-prinsip umum mengenai pendidikan dalam perspektif alquran. Alquran merupakan sebuah kitab suci berisi kalamullah (firman Allah). Kitab suci yang
Sebagai agama yang sempurna, Islam juga sangat memperhatikan pendidikan. Oleh karena itu, terdapat ayat Alquran tentang pendidikan yang bisa dijadikan studi berjudul The Philosophy and Objectives of Education in Islam, Islam memiliki konsep, perspektif, falsafah dan tujuan dalam akan membantu untuk menghasilkan pertumbuhan anak agar memiliki kepribadian yang seimbang dan Juga 13 Pondok Pesantren di Solo untuk Pendidikan Agama Si Kecil, Ada yang Berdiri sejak 1750, Masya Allah!Ayat Alquran tentang PendidikanFoto Ayat Alquran merupakan pedoman hidup manusia di dunia, banyak sekali ayat Alquran tentang pendidikan yang dapat dipelajari, serta dipraktikkan dalam kehidupan ayat Alquran tentang pendidikan di antaranya1. Menghayati Penciptaan Dunia dan Isinyaٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥"Iqra` bismi rabbikallażī khalaq, khalaqal-insāna min 'alaq, iqra` wa rabbukal-akram, allażī 'allama bil-qalam, 'allamal-insāna mā lam ya'lam."Artinya “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha mengajar manusia dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,” QS Al-A'laq 1-5.2. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Ditinggikannya Derajat Manusia yang Beriman dan Berilmuيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ"Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr."Artinya “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu'Berlapang-lapanglah dalam majelis', maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan'Berdirilah kamu', maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” QS Al-Mujadilah 11.3. Alquran Sebagai Sumber Pelajaran Orang yang Berpikirكِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ"Kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb."Artinya “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran,” QS Shad 29.4. Ayat Alquran tentang Pendidikan Mendalami Pengetahuan Agamaوَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةٗۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةٖ مِّنۡهُمۡ طَآئِفَةٞ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ"Wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja'ū ilaihim la'allahum yaḥżarụn."Artinya “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya ke medan perang.Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,” QS At-Taubah 122.5. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan KeimananFoto Alquran Mezahdiaوَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُۗ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَٰكِن لَّا يَعۡلَمُونَ"Wa 'allama ādamal-asmā`a kullahā ṡumma 'araḍahum 'alal-malā`ikati fa qāla ambi`ụnī bi`asmā`i hā`ulā`i ing kuntum ṣādiqīn."Artinya “Apabila dikatakan kepada mereka Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman’.Mereka menjawab Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?’Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu,” QS Al-Baqarah 31.6. Ayat Alquran tentang Pendidikan yang Menjelaskan Ajaran Pencarian Kebenaran Ilmuقَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلۡ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمۡتَ رُشۡدٗا"Qāla lahụ mụsā hal attabi'uka 'alā an tu'allimani mimmā 'ullimta rusydā."Artinya “Musa berkata kepada Khidhr 'Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?',” QS Al-Kahfi 66.Baca Juga 15 Pesantren di Sukabumi untuk Pendidikan Si Kecil, Berkualitas dengan Kurikulum Mumpuni!7. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Menjaga Amanahهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ"Huwallażī anzala 'alaikal-kitāba min-hu āyātum muḥkamātun hunna ummul-kitābi wa ukharu ammallażīna fī qulụbihim zaigun fayattabi'ụna mā tasyābaha min-hubtigā`al-fitnati wabtigā`a ta` mā ya'lamu ta`wīlahū illallāh, war-rāsikhụna fil-'ilmi yaqụlụna āmannā bihī kullum min 'indi rabbinā, wa mā yażżakkaru illā ulul-albāb."Artinya "Dialah yang menurunkan Al Kitab Alquran kepada kamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain ayat-ayat orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta' tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata"Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran daripadanya melainkan orang-orang yang berakal," QS Ali Imran 7.8. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Menghindari Berkomentar Tanpa Ilmuوَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا"Wa lā taqfu mā laisa laka bihī 'ilm, innas-sam'a wal-baṣara wal-fu`āda kullu ulā`ika kāna 'an-hu mas`ụlā."Artinya "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya," Al-Isra Ayat 36.9. Ayat Alquran tentang Pendidikan Orang yang Berakalأَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ"Am man huwa qānitun ānā`al-laili sājidaw wa qā`imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjụ raḥmata rabbih, qul hal yastawillażīna ya'lamụna wallażīna lā ya'lamụn, innamā yatażakkaru ulul-albāb."Artinya "Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?Katakanlah Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran," Az-Zumar Ayat 9 .Baca Juga 7 Tips Mendampingi Anak Belajar, Salah Satunya Pelajari Gaya Belajar Anak!Hadis tentang PendidikanFoto Alquran ayat Alquran tentang pendidikan, beberapa hadis dari Rasulullah SAW ini juga menujukkan betapa pentingnya pendidikan dan ilmu bagi umat beberapa di antaranya10. Pentingnya Menguasai Ilmu untuk Keberkahan Dunia dan Akhiratمَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِArtinya "Barang siapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai siapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya dunia dan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu," HR Ahmad.11. Menjadi Pendidik yang Baikكُوْنـُـوْا رَبَّانِيِّـْينَ حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ عُلَمَاءَ وَيُقَالُ اَلرَّبَّانِيُّ الَّذِى يُــرَبِــّى النَّاسَ بِصِغَارِ اْلعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِArtinya "Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak," HR. Bukhari.12. Peran Orang Tua dalam Mendidik Anakكُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَArtinya "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah suci.Kemudian kedua orang tunyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan kalian melihat ada cacat padanya?," HR Bukhari.13. Kewajiban Menuntut IlmuFoto Alquran Terbuka الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍArtinya "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim," HR Ibnu Majah.14. Janji Allah SWT Memudahkan Jalan ke Surga bagi Orang yang Menuntut Ilmuمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِArtinya "Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” HR Muslim.Baca Juga 13 Pesantren di Tangerang untuk Referensi Pendidikan Agama Si Kecil15. Hadis tentang Pendidikan dan Hartaإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍArtinya “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan barang siapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak,” HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi.16. Hadis tentang Pendidikan Karakterاِفْتَحُوْا عَلَى صِبْيَانَكُمْ أَوَّلَ كَلِمَةٍ بِلاَ إِلَهَ اِلاَّ اللهُArtinya “Ajarkanlah kalimat pertama kepada anak-anak kalian 'La ilaha Illallah," HR Al-Hakim.17. Ajaran untuk Menghormati Guruتَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُArtinya "Belajarlah kalian ilmu untuk ketenteraman dan ketenangan, serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya," HR Ath-Thabrani.18. Pentingnya Saling Berbagi IlmuFoto Bertasbih dan Membaca Alquran rodnae-prodلَا يَتْبَغِ لِلْجَاهِلِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى جَهْلِهِ وَلَا لِلْعَالِمِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى عِلْمِهِArtinya "Tidak pantas bagi orang yang bodoh itu mendiamkan kebodohannya dan tidak pantas pula orang yang berilmu mendiamkan ilmunya," HR Ath-Thabrani.Baca Juga 7 Manfaat Gerakan Salat untuk Kesehatan, Bisa Bantu Redakan Nyeri Punggung dan Sendi19. Pendidikan yang Baik adalah Pemberian Utama Orang Tua kepada Anakمَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍArtinya "Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik,” HR Al-Hakim.Itulah beberapa ayat Alquran tentang pendidikan beserta hadisnya yang bisa digunakan sebagai pedoman meraih ilmu, baik untuk diri sendiri ataupun untuk beberapa ayat Alquran tentang pendidikan. Semoga dapat memberi pemahaman yang lebih baik Moms.
dZ2i. cte2u3tsid.pages.dev/104cte2u3tsid.pages.dev/293cte2u3tsid.pages.dev/475cte2u3tsid.pages.dev/301cte2u3tsid.pages.dev/212cte2u3tsid.pages.dev/130cte2u3tsid.pages.dev/112cte2u3tsid.pages.dev/389
hadis tentang lingkungan pendidikan